Halo, assallamualaikum
apa kabar teman-teman….
Di tulisan kali ini aku mau bercerita mengenai perjalanan ke suatu tempat yang menurutku menarik dan punya banyak sekali cerita didalamnya. Sebelumnya ku beri tau sedikit mengenai diriku hehe, bahwa hal ini juga engga banyak yang tau termasuk teman-teman terdekat sekalipun. Aku adalah salah seorang yang punya ketertarikan lebih terhadap karya seni, dan tempat-tempat yang menyimpan sejarah seperti museum atau yang lainnya. Dalam pertemuan kita kali ini aku ingin berbagi cerita dan menebar pesan kepada teman-teman bahwasannya penting sekali/perlu untuk menengok dan mengetahui sejarah yang ada di Negara kita ini, minimal yang ada di kota-kota terdekat dari kita deh.
Kali ini simak cerita
perjalananku ya teman-teman, sebenarnya ini adalah perjalanan yang sudah lama
sekali namun baru ku tulis hehehe semoga tidak basi yaa^^. Perjalanan ini
terjadi mungkin sekitar tahun 2012 lalu ketika aku dan keluargaku berlibur ke
kota Yogyakarta, karna ketertarikanku terhadap tempat bersejarah aku
mengusulkan ide untuk pada hari itu kami pergi ke Museum Kereta Keraton
Yogyakarta, kenapa aku bisa mengusul tempat itu ? ketika kami sekeluarga sampai
di jogja dan ketika mencari tempat penginapan, kendaraan kami melewati museum
itu dan itu menjadi daya tarikku ketika dari awal melihat museum tersebut
hehehe.
Beralamatkan di Jln.Rotowijayan,
Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, ngga jauh dari
alun-alun utara dan tepat bersebelahan dengan bangunan keraton Yogyakarta,
namun museum berada tepat di sisi barat keraton. Museum Kereta Keraton
Yogyakarta adalah sebuah museum yang bisa terbilang berukuran tidak luas pada
saat itu dikelola oleh pihak Keraton Yogyakarta. Berkunjung ke Museum ini
teman-teman akan disajikan berbagai bentuk kereta kuda kesultanan yang umurnya
sudah ratusan tahun lamanya, Tempat ini menyimpan beberapa koleksi kereta
kencana yang dimiliki keraton, dahulu tempat ini disebut sebagai garasinya
kereta-kereta milik keraton. Ada tiga jenis kereta keraton yang disimpan di
sini. Pertama, kereta atap terbuka dan beroda dua. Kedua, kereta atap terbuka
dan beroda empat. Yang terakhir, kereta atap tertutup dan beroda empat. Semua
kereta di sana memiliki nama tersendiri
dan memiliki fungsi masing-masing. Aku tidak ingat persis berapa harga tiket
masuk pada tahun 2012 lalu dan jam operasional dari museum ini hehe namun ada
satuhal yang aku ingat persis yaitu ‘guide lokal’ pada saat aku kesana tersedia
beberapa guide yang menjelaskan satu persatu sejarah dari kereta keraton yang
ada disana, hebatnya lagi para guide sangat dermawan dengan tidak mematok harga
alias seikhlasnya, sungguh mulia ya.
Kereta yang dipamerkan
masih terlihat sangat terawat, eksotis dengan pembaharuan cat bahkan beberapa
kereta masih ada yang di operasikan oleh Keraton untuk acara-acara formal
menyangkut budaya keraton yang sangat kental, atau digunakan hanya sebatas
parade budaya di jogja yang diselenggarakan oleh keratin Jadi kereta di sana
tidak dengan sembarangan digunakan, pengalaman aku disana sebenarnya sempat
tidak menyenangkan pasalnya aku mendapati sedikit hal yang horror yang terjadi
didepan mata kepalaku sendiri hehe tapi tidak itu yang ingin aku bahas karna
hal itu dengan cepat diatasi oleh sang guide yang menjelaskan dan membantu
menenangkan kami sekeluarga. Memang seharusnya tidak heran jika terjadi hal
tersebut karna benda-benda bersejarah umumnya adalah saksi bisu dengan umur
ratusan tahun pastilah sudah menjadi benda yang cukup sakral apalagi jika benda
tersebut masih kental dengan kebudayaan-kebudayaan sebelumnya seperti yang ada
di Museum Kereta Keraton ini. Yang unik di museum ini adalah ada sebuah kereta
yang dikeramatkan, kereta-kereta tersebut diberikan sekat khusus yang letaknya
dipisahkan dengan kereta-kereta yang lain. Di antaranya adalah Kereta Garuda
Yeksa yang biasa disebut kereta kencana, karena hiasan yang ada di kereta dini
dilapisi oleh emas dan di atasnya terdapat simbol seperti mahkota yang terbuat
dari emas juga. Pokoknya semua yang disana itu keren-keren seperti melihat
mahakarya-mahakarya sebagus itu yang dijaman sekarang sudah tidak ada yang
berkeliaran lagi, kecuali kereta kuda standar yang sering dipakai untuk
jalan-jalan atau Andong.
Yuk teman-teman terutama yang di jogja sayang sekali kalau dilewatkan museum yang satu ini, buat yang suka jalan-jalan juga boleh yuk datangi dan kenali sejarah bangsa kita, karna kita sebagai warga Negara Indonesia juga harus bangga terhadap apa yang pernah dipakai dan trend pada eranya yaitu termasuk Kereta-kereta Keraton tersebut.
Boleh banget nih buat teman-teman yang sekiranya tau kabar terbaru dari museum
ini di comment ya dibawah ini, mari kita saling bercerita agar wawasan serta
minat orang-orang yang lain bertambah juga, seruloh belajar dan mengetahui
sejarah ada beberapa foto di akhir tulisan ini mungkin bisa sebagai gambaran buat
teman-teman terhadap museum ini, tapi maaf sebelumnya berhubung perjalanan ini sudah terjadi beberapa tahun silam jadi aku tidak lagi mempunyai dokumentasi milikku sendiri jadi semua gambar bersumber dari google. terima kasih pengertiannya See you and please enjoy guys! :)






0 komentar:
Posting Komentar