Haloo, hai teman-teman
assallamualaikum….
Mari bercerita lagi,
kali ini aku mau menuliskan tentang perjalananku ke salah satu Museum lagi
hehehe. Iya sesuka itu ke museum jadi ya lumayan punya beberapa cerita untuk di
share ke teman-teman biar kalian ada motivasi untuk mulai mencoba jalan-jalan ke
museum jangan ke mall terus, padahal tiket masuk museum itu terbilang murah loh
dari beberapa museum dijakarta atau mungkin kebanyakan museum menawarkan tiket
masuk dibawah 10.000 bahkan ada yang dibawah 5.000 yang dimana uang segitu ga
akan bisa buat masuk mall (alias buat bayar parkir yang berjam-jam), ya mungkin
ada juga beberapa museum modern yang menawarkan harga tiket masuk diatas harga
tersebut yang cukup mengocek kantong pelajar atau mahasiswa hehe.
Tapi kenapa museum sepi peminat? membosankan berada di museum? menurutku tidak, museum itu tempat menambah wawasan yang mungkin kita ga tau jadi tau, atau mungkin yang kalian fikir kalian tau tapi ternyata bisa saja salah atau bahkan ternyata malah kalian gatau apa-apa. Menarik loh museum itu punya banyak cerita, banyak warna, bermain dengan emosional diri sendiri, melihat seni, melihat budaya, ah pokoknya main ke museum tuh pilihan yang top pisan kalo kata akutu.
Ada yang pernah dengar
Museum Pancasila Sakti? atau Monumen Pahlawan Revolusi? Ya aku ingin bercerita
mengenai tempat itu, museum yang tergolong dalam kategori ‘Museum yang seram di Jakarta’. Monumen Pancasila Sakti dibangun
atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Dibangun di atas tanah seluas
14,6 hektare. Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para
Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik
Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis. Museum atau monument yang
terletak di Jl. Raya Pd. Gede, RT.1/RW.2, Lubang Buaya, Cipayung, Kota Jakarta
Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13810, sebelum menjadi sebuah museum
sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai
tempat pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S), di
kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang
digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S. Sumur tua itu berdiameter
75cm.
Lagi dan lagi seperti
biasa ketika memasuki Museum, hati merasa sedih dan kecewa terhadap kondisi
museum yang sepi pengunjung, dapat di hitung jari pengunjung yang hadir
berbarengan denganku saat itu, padahal museum ini adalah bagian dari sejarah
kebangkitan Indonesia dari para komunis yang seharusnya teman-teman tau.
Museum ini terdiri dari
beberapa tempat yang bersejarah mulai dari Museum Pengkhianatan PKI (Komunis),
Sumur Tua tempat membuang 7 jenazah Pahlawan Revolusi, Rumah Penyiksaan, Pos
Komando, Dapur Umum, Mobil-Mobil tua peninggalan Pahlawan Revolusi dan Museum
Paseban. Menurutku museum ini punya hawa mistis yang kuat, pasalnya memang pada
zaman dahulu tempat itu dipakai oleh tentara-tentara komunis hingga penculikan
dan pembunuhan terjadi, jadi ya memang agak menyeramkan sih lebih enak jika
kesana membawa beberapa orang teman jangan sendiri karna akan terasa sangat
iseng. Ketika sampai sana dan masuk area parkir kendaraan kita akan berjalan
sedikit untuk memasuki museum, pada halaman depan museum pertama kali kita akan
di suguhkan dengan beberapa mobil-mobil tua peninggalan para pahlawan yang
terparkir rapih pada setiap balai-balainya. Tips buat teman-teman agar nyambung
dengan maksud yang ingin diceritakan oleh museum kalian bisa memasuki museum
pengkhianatan PKI terlebih dahulu disana merupakan ruangan indoor dengan
lorong-lorong berisi diorama yang bercerita menyeluruh mengenai kisah Indonesia
memerangi belanda dan PKI. Setiap etalase berisi diorama terdapat nomer urut
cerita, jadi pengunjung bisa lebih mengikuti alurnya tanpa harus kebingungan.
Museum pengkianatan PKI
akan berakhir di jembatan yang mengarah turun dan langsung ke Museum paseban,
isi disana hampir sama dengan Museum PKI yaitu diorama yang menunjukan cerita
lanjutan dari yang sudah diceritakan dimuseum pengkhianatan PKI namun seinget
aku diorama di museum paseban ini ada diorama yang memiliki ukuran yang cukup
besar yaitu seperti manusia sungguhan. Selain itu tempat ini juga terdapat Foto
ke-7 Pahlawan Revolusi, yang ukuran foto tersebut sudah diperbesar dari
aslinya, adanya Ruang Relik disana yang menjadi tempat dipamerkannya
barang-barang, terutama pakaian yang mereka kenakan ketika mereka di culik, di
siksa, sampai akhirnya di bunuh, berikut dengan hasil visum dari dokter. Selain
itu terdapat pula Aqualung sebuah alat bantu pernapasan yang digunakan untuk
mengangkat jenazah 7 Pahlawan Revolusi dari dalam sumur tua. Tak ketinggalan di
museum paseban ini pula terdapat Ruang Teater yang memutar rekaman bersejarah
pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, Pemakaman ke Taman Makam Pahlawan
Kalibata, dan lain-lain, masa putar rekaman ini kurang lebih 30 menit. Namun
sayangnya beberapa kali aku kesana aku belum mendapat kesempatan untuk dapat
mengikuti pemutaran film tersebut huhu karena ada jadwal pemutarannya dan terkadang
petugas tidak dapat memutarkan karena kalo ga salah ada kuota minimal yang mau
menonton jadi gabisa hanya 1orang atau 3orang, tapi gimana saat aku datang
kesana aja memang sepi sekali pengunjungnya L.
Setelah keluar
dari Paseban barulah mengarah ke area outdoor yang terdiri dari Sumur Tua
sebenernya sumur ini sering disebut ‘Sumur Maut’ karena menjadi tempat dimana 7
jenazah para pahlawan tersebut dibuang dalam ukuran diameter 75cm dengan
kedalaman 12meter bisa dibayangkan betapa kejinya para komunis saat itu inilah
nama-nama ke-7 pahlawan tersebut Jend. Anumerta Ahmad Yani, Mayjen. Anumerta
Donald Isaaccus Panjaitan, Letjen. Anumerta M.T. Haryono, Kapten CZI Anumerta
Pierre Andreas Tendean, Letjen. Anumerta Siswandono Parman, Letjen. Anumerta
Suprapto, Mayjen. Anumerta Sutoyo Siswomiharjo, tepat disamping sumur terdapat Rumah
Penyiksaan merupakan tempat para Pahlawan Revolusi disiksa untuk menandatangani
surat pernyataan mendukung komunisme di Indonesia, mereka disiksa seblum
akhirnya dibunuh, ditempat ini ditampilkan diorama yang berukuran seperti
manusia dan ada rekaman suara yang
menceritakannya menurutku rumah penyiksaan ini cukup seram karna diorama yang
seukuran manusia dengan pakaian dan ditampilkan diorama yang berdarah-darah seakan
akan diorama itu hidup hiiiii akusi lumayan parno hehe, ada juga Pos Komando
yang menjadi tempat berkumpul PKI dalam rangka penyusunan rencana penculikan
para pahlawan revolusi, dan ada Dapur Umum, Tempat ini sebenarnya sebuah rumah
yang dialih fungsikan oleh PKI sebagai Dapur Umum, rumah yang statusnya milik
Ibu Amroh ini dipakai sebagai tempat sarana konsumsi anggota G30S/PKI semua
yang ada didalam rumah itu masih sangat asli bahkan kotor-kotor tanah liat dari
lantai masih benar-benar terlihat agak gelap dan cukup seram juga ketika masuk
dapur ini, dan Mobil-Mobil tua peninggalan Pahlawan Revolusi tak ketinggalan
ada monumen patung ke-7 pahlawan tersebut dengan burung garuda besar dan
pancasila didada burung tersebut yang melambangkan Ideologi bangsa kami yaitu
Pancasila.
Sejauh ini sih
menurutku museum ini punya hawa yang sangat kental dengan mistisnya, dan jujur
rasa parno selalu menghantui aku saat menjelajahi Museum tersebut, setelah
pulang dari sana aku searching mengenai kejadian apa saja yang pernah terjadi
disana setelah tempat itu dijadikan museum dari beberapa blog juga aku
mendapati bahwa masyarakat setempat sering mendengar suara tembakan pistol,
suara jeritan dan tangisan kesakitan, suara derap barisan para tentara yang
berlari di sepertiga malam dan masih banyak lagi hiiiii seram bukan tapi banyak
pelajaran yang dapat kita ambil disana dimana melihat perjuangan para pahlawan
mempertahankan Ideologi Pancasila bangsa ini. Yuk teman-teman tengok sejarah
bangsa ini dan menolak lupa atas kekejaman yang dilakukan anggota PKI (komunis)
agar kita tau akan bertindak apa untuk selalu membela Negara ini. Sampai disini
aja perjalananku ke Museum Pancasila Sakti ini aku jadi lebih tau bagaimana
mereka sangatlah pantas disebut sebagai Pahlawan dengan bertaruh nyawa untuk
bangsa ini. Terima kasih teman-teman semoga enjoy dan see youJ






0 komentar:
Posting Komentar