Halo, assallamualaikum
teman-teman …..
Jangan bosen ya untuk
mampir ke blog dan membaca tulisanku hehe, kalo kalian mau denger cerita
mengenai perjalananku ke beberapa museum dan masih banyak hal lainnya yang akan
aku ceritakan didalam blogku, kali ini perjalanan museumku terarah menuju
Museum Transportasi sebenarnya ini adalah bukan perjalanan yang terencana
melainkan beberapa waktu lalu aku sedang ingin sekali melihat dan memasuki
anjungan-anjungan di Taman Mini Indonesia Indah, mengitari beberapa anjungan
dan ketika aku berada di anjungan Sulawesi Utara atau Nusa tenggara kalo tidak
salah hehe agak lupa, masuk dari gerbang depan dan tanpa sadar berjalan santai sambil
melihat-lihat ternyata keluar melalui gerbang belakang yang dimana mata ini
tertuju pada tulisan ‘Museum Transportasi’ di sebrang jalan hehe emang dasar
udah jiwanya sukak tempat-tempat seperti itu jadi tanpa babibubebo aku langsung
berjalan ke sebrang jalan memasuki museum tersebut, kalo ngga salah tiket
masuknya pada saat itu 5.000 rupiah murah meriah bukan ?
Museum Trasnportasi adalah museum milik Kementrian Perhubungan dengan tujuan mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta perannya dalam pembangunan nasional. Museum ini berdiri diatas lahan seluas 6,25 hektar. Pembangunannya dimulai pada tahun 1985 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1991. Disana ditampilkan berbagai moda transportasi yang mengandung nilai sejarah dan perannya dalam perjuangan bangsa. Keberadaan museum ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi sekaligus sebagai tempat rekreasi yang edukatif.
Ketika baru masuk area
museum mata langsung diperlihatkan oleh pesawat Garuda Indonesia yang besar
terparkir di area depan outdoor museum, disana kita bisa melihat bahkan bisa
memasuki area dalam pesawat yang lengkap ada tempat duduk dan cabin pilot namun
sayang sekali waktu aku kesana aku tidak dapat masuk karna sudah ditutup jadi
ada jam operasionalnya dimana diperbolehkan masuk kedalam pesawatnya hanya
sampai jam 3 huhu. Pameran disana diselenggarakan terdiri dari dalam dan luar
ruangan. Pameran di dalam ruang dibagi menjadi beberapa tempat yang seolah-olah
merupakan bangunan tersendiri yang disebut dengan modul, terdiri atas modul
pusat, modul darat, modul laut dan modul udara, baik dengan benda asli, tiruan,
miniatur, foto, maupun diorama.
Aku tertarik dengan
beberapa gerbong kereta tua yang masih lumayan terawat disana, ternyata itu
adalah jenis lokomotif generasi pertama Perusahaan Kereta Api Indonesia,
termasuk rel kereta api dan terowongan, Kereta Api Luar Biasa (KLB) yang digunakan
Presiden dan Wakil Presiden pertama Soekarno-Hatta pada waktu pemerintahan RI
hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta. Wah sungguh mengesankan mereka menata museum
dengan masih lengkap sepaket beserta rel keretanya. Aku lanjut masuk kedalam area indoornya agak
jauh memang dari gerbang masuk museum ya itung-itung berolahraga hehe, disana
aku menemukan beberapa jenis transportasi tradisional masa lampau yang mencakup
transportasi darat dan laut dari berbagai daerah di Indonesia yang di pamerkan mulai
dari alat trasportasi sederhana dengan menggunakan tenaga manusia, hewan atau
angin; antara lain Cikar, Andong, Bendi, Becak, Perahu layar. Dan terlihat juga
beberapa transportasi darat yang mencakup transportasi jalan raya, jalan baja,
sungai, danau dan penyebrangan, berupa alat transportasi yang sudah menggunakan
tenaga mesin awal sampai sekarang, antara lain Cikar DAMRI yang merupakan
armada pertama. DAMRI berperan pada masa kemerdekaan tahun 1946 sebegai alat
angkut logistic militer di Surabaya dan Mojokerto. Selain bus ada, mobil-mobil antic
yang mungkin sudah berumur puluhan tahun lamanya, becak Siantar, berbagai jenis
sepeda, sepeda motor dan lain-lain.
Muter-muter cukup
melelahkan aku pergi ke atas area indoor dimana terdapat banyak foto, miniature,
sparepart tua berbagai kendaraan disana, dan akhirnya aku menemukan ruangan
ber-ac hahaha cukup terik pada hari itu ketika aku melakukan perjalanan ke Taman
Mini Indonesia Indah, sekitar 15menit berdiam dan beristirahat barulah kami
melihat-melihat barulah ku lanjutkan dan masuk ke area yang mungkin aku lupa
namanya tapi berisikan diorama baju-baju seragam dari berbagai trasnportasi
yang berbeda. Sama parnonya seperti museum yang sudah aku ceritakan sebelumnya
yaitu Museum Pancasila Sakti, diorama di Museum Transportasi juga berukuran
seperti manusia dengan ruangan yang hening dan tidak terlalu terang membuatku
tidak mau berlama-lama disana hehe lagi lagi terasa sangat iseng karna tidak
banyak pengunjung Taman Mini yang mendatangi museum-museum disana. Oh iya
sebenarnya ada beberapa museum yang ada di Taman Mini Cuma aku gabisa jelajahi
semuanya karna terbatas waktu aku kesana sudah cukup sore dan hampir gelap jadi
museum yang lain sudah banyak ditutup mungkin lain kali akan aku jelajahi lagi
museum-museum disana, terima kasih teman-teman sudah membaca dan semoga kalian
juga bisa melihat dan mendatangi museum-museum yang ada dikota-kota kalian dan
kita bisa berbagi cerita,see youJ

















